HEADLINE NEWS

Kategori

Baksos (1) Business (11) daerah (1011) Entertaiment (12) Games (3) headline (1107) Hiburan (15) hukum (34) Internasional (70) Keagamaan (2) Kesehatan (35) kriminal (6) Misteri (5) Movie (2) Nasional (217) pemda (15) pendidikan (32) Polisi (6) Politik (131) Ragam (15) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TNI (1) Umum (35)
7 Juli 2021 Pencoblosan Pilkades Serentak Siap Di Gelar

By On Mei 26, 2021

 


Sintang Review - Sekretaris daerah Kabupaten sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si memimpin jalannya Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2021 di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Selasa, 25 Mei 2021.


Turut hdir dalam rakor tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang Herkulanus Roni, Pasi Intel Kodim 1205/Sintang, Kapten Inf Kardimin, Wakapolres Sintang Kompol Rizal satria Ferdianto, Kejaksaan Negeri Sintang, Camat Se Kabupaten Sintang, Serta Perwakilan Perangkat Organisasi Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang terkait dengan persiapan pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2021.

Pemerintah Kabupaten Sintang merencanakan hari pencoblosan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 297 Desa akan dilaksanakan pada 7 Juli 2021 mendatang. Rakor dilaksanakan dengan tujuan untuk menyamakan presepsi dan melihat progress persiapan , pelaksanaan tahap yang ada, baik tingkat Desa, Kecamatan dan kabupaten.

Dalam Kesempatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si mengarahkan supaya mempersiapkan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa dengan baik dan bijak melalui penguatan koordinasi baik Forkopimda Kabupaten maupun Kecamatan, khususnya antisipasi pengamanan dan penerapan protokol kesehatan, “Perlu diberlakukan pembatasan jumlah pemilih di tempat pemungutan suara sesuai dengan surat keputusan menteri dalam negeri nom
or 140.05-4027 tentang tim pemantauan pemilihan kepala desa serentak tahun 2020 agar para warga tidak berkerumun disaat hari pemilihan nanti” terang Yosepha Hasnah.

“Panitia pilkades untuk dapat memahami tugas pokok dan fungsi selaku panitia mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa dalam satu arahan ataupun perintah. Memutuskan sengketa sesuai kewenangan masing-masing sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Sintang Nomor 91 tahun 2019 tentang tata cara pemilihan kepala desa, pemilihan kepala desa antar waktu dan pengangkatan penjabat kepala desa sebagaimana telah diubah beberapa kali dengan Peraturan Bupati Sintang Nomor 7 tahun 2021” tambah Yosepha Hasnah.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang Herkulanus Roni juga menyampaikan laporan terkait kesiapan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Sintang, salah satunya yakni tentang beberapa permasalahan tentang Pilkades serentak pada tahun 2021 ini.

“Desa berdasarkan PPKM berbasis mikro ternyata berada pada zona merah pada saat hari H tanggal 7 juli 2021, serta tidak tersedianya sumber anggaran bagi panitia panitia pemilihan kepala desa tingkat kecamatan (PPKEC) dalam menjalankan tugas khusus panitia pemilihan tingkat kecamatan” kata Herkulanus Roni.

“Untuk mengatur proses pilkades, sudah ada Peraturan Bupati Sintang Nomor 94 tahun 2021 tentang penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran wabah covid-19 dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa nanti. Rincian perlengkapan protokol kesehatan juga sesuai dengan yang telah di rekomendasikan oleh satgas Covid Kabupaten Sintang dan akan ditertibkan sesuai dengan prokes disetiap tempat pemilihan tentunya” tambah Herkulanus Roni. ( red.hum)

 Pemkab Sintang, Gelar Apel Hari Jadi Kota Sintang Ke-659

By On Mei 25, 2021



Sintang Review.com - Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar upacara dalam rangka memperingati hari jadi kota sintang ke-659 tahun 2021, di Halaman Kantor Bupati Sintang, Selasa (25/52021) pagi. Para peserta upacara di wajibkan memakai pakaian batik daerah dan pakaian adat daerah masing-masing.

Bertindak selaku Inspektur Upacara yaitu Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Ronny, sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah bertugas sebagai pembaca Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang Hari Jadi Kota Sintang dan Edo Purwanto selaku komandan upacara. 

Upacara acar ini dihadiri Sultan Sintang Pangeran Prabu Kesumanegara VII dan Permaisuri, unsur Forkpimda, unsur OPD di Lingkungan Pemkab Sintang, Ketua TP PKK Kabupaten Sintang, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan tamu undangan lainnya. 

Upacara diawali dengan penyerahan Replika Burung Garuda yang merupakan lambang Kerajaan Sintang dari Sultan Sintang kepada Ketua DPRD Kabupaten Sintang selaku Inspektur Upacara.

Pada amanat Inspektur Upacara, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Roni membacakan sambutan Bupati Sintang, mengatakan bahwa setiap tanggal 10 Mei selalu dilaksanakan upacara peringatan Hari Jadi Kota Sintang, namun pada 10 Mei 2021 kemarin bertepatan dengan bulan ramadan, dimana umat muslim menjalankan ibadah puasa, sehingga pelaksaan upacara baru bisa di laksanakan pada 25 Mei 2021 ini. Di jelaskan Ronny, upacara peringatan Hari Jadi Kota Sintang ini sebagai momentum mengenang sosok Jubair Irawan I beserta pengikutnya yang berhijrah dari kerajaan sepauk ke titik pertemuan alur sungai kapuas dan melawi yang sekarang menjadi Keraton Al Mukarramah Sintang. Di jelaskan dia pula, tema peringatan Hari Jadi Kota Sintang yang diusung ini  adalah " TEMA " merupakan singkatan dari bersama Terus Maju.

“Tema ini memberi pesan kepada kita bahwa kota sintang sebagai rumah besar kita semua, yang harus diisi dengan spirit berbersamaan dalam kemajuan. Tidak boleh ada kelompok yang tertinggal atau ditinggalkan, sementara kelompok lain lebih di depan dalam membangun kota sintang”jelas Ronny.

“Semua kelompok anak bangsa harus di beri hak, tempat, kesempatan dan perlakuan yang sama untuk berkontribusi memajukan kota sintang sebagai landmark Kabupaten Sintang. Terlebih suasana pendemi covid-19 saat ini dengan spirit kebersamaan justru menjadi modal melawan covid-19 agar persuadaraan dan kesatuan semakin kokoh”tambah Ronny.

Kemudian lanjut Ronny, pada peringatan Hari Jadi Kota Sintang tahun ini masih dalam suasana keprihatinan, karena belum selesainya wabah pandemi covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua, dimana secara global sekitar 163,9 juta orang terpapar covid-19 di 212 negara. Untuk di Indonesia sendiri hingga saat ini ada 1,7 juta orang yang terpapar dan 1,6 juta lebih yang sudah berhasil sembuh dan ada sekitar 48.000 orang yang meninggal dunia. “khusus di Kabupaten Sintang, ada 2.000 lebih orang yang dinyatakan positif covid-19. Sementara 1.900-an orang berhasil sembuh dan 79 orang dinyatakan meninggal dunia akibat covid-19”jelas Ronny.

Sehingga kata Ronny, nyatalah bahwa covid-19 telah menjadi silent killer bagi umat manusia. Tiada cara lain yang harus di lakukankan untuk melawan covid-19 ini yakni dengan terus melakukan pencegahan, pengobatan dan mengantisipasi dampak dari covid-19 di Kabupaten Sintang. “meski terasa letih dan jenuh, bahkan ada sebagian yang mulai tidak peduli terhadap covid-19 ini, saya ingatkan kita semua untuk tidak lengah apalagi menyerah melawan covid-19. Program vaksinasi yang di lakukan pemerintah saat ini menjadi harapan baru yang harus kita sukseskan, agar pandemi inio segera berakhir”pesan Ronny.

Ronny mengungkapkan, meskipun peringatan Hari Jadi Kota Sintang tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, karena masih dalam suasana wabah covid-19, tetapi semangat memperingati harus terus membekas di hati seluruh komponen anak bangsa yang ada di Sintang. Sebab padangan dan ingatan kita harus terfokus pada masa silam dimana sosok Jubari Irawan I mengajarkan betapa pentingnya nilai-nilai kebersamaan. 

“Perbedaan atas dasar sara yang kita miliki harus di rajut dengan tali-tali saling kenal-mengenal, hasrat untuk bersaudara serta menebar kasih sayang satu dengan yang lainnya harus terus kita galakkan. Kalau diantara kita merasa senang, maka semua harus juga merasa senang, sebaliknya jika ada yang susah, maka ras susah itupun kita rasakan bersama juga”ungkap Ronny.

Oleh sebab itulah, kata dia, warisan nilai kebersamaan inilah wajib untuk diaktualisasikan dalam panggung kehidupan sosial dalam melawan covid-19. Sebagaimana ada ungkapan bijak yakni “kehidupan adalah 10% apa yang terjadi pada anda dan 90% adalah bagaimana anda meresponnya. “artinya, tantangan terbesar kita menghadapi covid-19 adalah bagaimana kita merespon secara tepat dan cerdas, percaya adanya covid-19, kemudian patuhi protokol kesehataan dengan menerapkan 5 M, terus berprilaku hidup bersih dan sehat serta saling peduli pada sesama merupakan respon terbaik melawan covid-19”, kata Ronny.

“Pemkab sintang memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada sultan sintang dan seluruh kerabat keratin Al Mukarramah Sintang atas jasanya yang terus menjaga kebudayaan sintang tetap lestari”pungkasnya. ( red.hum )

DIHARI JADI KOTA SINTANG SEKDA BACAKAN PESAN PENTING DALAM PERDA NOMOR 11 TAHUN 2015

By On Mei 25, 2021

 

Sintang Review - Pemerintah Kabupaten Sintang menyelenggaakan apel sederhana untuk memperingati Hari Jadi Kota Sintang yang ke 659 Tahun 2021 di Halaman Kantor Bupati Sintang pada Selasa, 25 Mei 2021. Dalam apel tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si didaulat untuk membacakan pesan dan isi utama yang ada dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 11 Tahun 2015 tentang Hari Jadi Kota Sintang. 
“Diterbitkannya Perda Nomor 11 Tahun 2015 tersebut dengan pertimbangan diperlukannya ditetapkan sebuah payung hukum hari jadi Kota Sintang. Penetapan tersebut didasarkan pada Undang-Undang  Nomor 27 Tahun 1959 tentang penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun  1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan” terang Yosepha Hasnah.
Pada 27 November 2015, Pemkab Sintang yang saat itu dipimpin Penjabat Bupati Sintang Dr. Drs. Alexius Akim, MM bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang setuju untuk menetapkan dan mengesahkan Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang Hari Jadi Kota Sintang dan kemudian diundangkan dalam lembaran daerah Kabupaten Sintang Tahun 2015 Nomor 11. 
Dalam perda tersebut, Hari Jadi Kota Sintang ditetapkan pada 10 Mei 1362 Masehi atau 1284 Saka. Penetapan hari jadi Kota Sintang. Untuk menyebarluaskan dan mendorong keikutsertaan seluruh masyarakat Kota Sintang dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, maka tiap tahun diselenggarakan peringatan Hari Jadi Kota Sintang perlu dilakukan setiap tanggal 10 Mei.  
Sementara Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang saat itu dijabat oleh Mr. Soenarjo melalui Surat Keputusan Nomor:  DES.52/10/50 tanggal 12 Desember 1956 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Otonom Propinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur sudah menetapkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah-daerah Otonom Propinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1957.( red.hum )

Komunitas Satu Asai, Berdonasi Bagi Warga Yang Lumpuh Di Desa Bengkoang

By On Mei 24, 2021

 


Sintang Review.com - “Satu Asai” Simpang Pinoh salah satu Komunitas yang dikenal sebagai Komunitas Sosial Masyarakat di kabupaten Sintang Kalbar, Komunitas tersebut di perankan dengan berbagai kegiatan seperti penyerahan berupa kursi roda dan paket sembako kepada ibu Teresiana warga Dusun Begob Desa Bengkoang kecamatan Kelam Permai kabupaten Sintang yang mengalami sakit lumpuh, Sabtu (22/5/2021).

Ibu Teresiana salah satu warga yang sudah setahun lebih mengalami kelumpuhan, sehingga mengakibatkan tidak bisa berjalan dan hanya berbaring saja di tempat tidurnya. Menurut Abun kepala Dusun Begob bahwa dulunya ibu Teresiana sewaktu belum lumpuh merupakan orang yang rajin bekerja membantu suami, tapi semenjak sudah tidak berdaya akibat penyakitnya maka hanya suaminya yang mengerjakan semuanya, baik itu pekerjaan rumah tangga jadi tanggung jawab nya bahkan mengurus memandikan dan memberikannya makan juga selalu disuap, terang Abun Kadus Begob.

Abun selaku kepala Dusun Begob Desa Bengkuang kecamatan kelam Permai mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komunitas Satu Asai Simpang Pinoh yang rela memberikan pelayanan pada warga kami dan rela berkorban untuk membantu menyalurkan kursi roda buat ibu Teresiana yang sudah tidak berdaya ini. “Kami sangat bahagia sekali karena selama ini jarang yang seperti ini di desa kami, juga belum ada bantuan dari kelompok manapun. Berharap komunitas Satu Asai lebih maju lagi kedepannya. Semoga komunitas Satu Asai semakin sukses dan bermanfaat bagi semua orang, ucapnya.

Yosep Jopi ketua komunitas Satu Asai menyampaikan bahwa penyerahan kursi roda ini merupakan bentuk sosial untuk warga yang membutuhkan, semoga kursi roda tersebut bisa berguna dan bermanfaat, juga ucapan terimakasih kepada donatur yang telah ikut membantu melalui komunitas Satu Asai Simpang Pinoh seperti Toko Asia Mitra Sintang dan teman Media Beritachanel9.com serta kapolsek Tebelian, semoga tetap sehat dan murah rejeki. Terimakasih juga pada kawan-kawan yang terlibat dalam kegiatan ini, walaupun medan jalannya lumayan berat tapi komunitas Satu Asai tetap semangat berbuat baik, ucap Yosep Jopi.

Sementara Tinus Victoria yang biasa dipanggil Akik Yaiyai sangat terharu dan bahagia karena Satu Asai Simpang Pinoh bisa berbagi buat warga yang berhak dibantu dan memerlukan pertolongan kita semua, “saya berharap makin banyak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, agar warga yang perlu diperhatikan dapat merasakan manfaatnya, terang Akik Yaiyai.

Dikatakan Akik Yai juga kalau bantuan tersebut merupakan sumbangan dari para donatur dan komunitas Satu Asai yang ada di kota Sintang bahkan juga dari khucing Malaysia jika ada kegiatan yang kami lakukan di komunitas Satu Asai ini, terangnya. (nus)


BUPATI, WABUP DAN SEKDA SINTANG GELAR SIDAK KE 15 OPD USAI LEBARAN

By On Mei 18, 2021

 

Sintang review.com - Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH, Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 15 Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang pada Senin, 17 Mei 2021.

Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med. PH menjelaskan bahwa Dirinya melakukan inspeksi mendadak ke lima OPD yakni Kantor Camat Sintang, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang, dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang. Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH melakukan sidak ke lima OPD yakni Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sintang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang, Puskesmas Tanjungpuri, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sintang, dan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Senentang, Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang melakukan sidak ke lima OPD yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sintang, Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sintang, UPTD Puskesmas Sungai Durian dan Kelurahan Ladang, Hasil sidak menunjukan bahwa tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara di 15 OPD tersebut sudah sangat baik yakni mencapai rata-rata 90 persen. Sisanya ada yang sedang bertugas di lapangan dan ijin. 
Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med. PH, Kemudian usai sidak menyampaikan tingkat kehadiran lima OPD yang dilakukan sidak sudah mencapai diatas 80 persen. “tingkat kehadiran sudah bagus. Hanya saja tingkat produktivitas kerjanya belum tahu. Tingkat kehadiran yang sudah bagus ini, yang tidak melakukan work from home. Yang pasti, tingkat kehadiran di hari pertama pasca libur dan cuti bersama ini sudah lumayan” jelas Bupati Sintang. 

Sementara Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH usai sidak di 5 OPD menyampaikan sidak ini sekaligus silaturahmi kepada ASN yang merayakan Idul Fitri 1442 Hijriah. “sidak ini sambil kita mengingatkan ASN soal penerapan protokol kesehatan, kita mengecek tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kita juga juga melihat tingkat kehadiran ASN pasca cuti dan libur Idul Fitri. Hasilnya, mereka sudah hadir. Bahkan sudah ada OPD yang langsung melaksanakan apel pagi, pelayanan kepada masyarakat juga sudah berjalan baik. Ada juga yang melakukan work from home, tetapi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa” terang Sudiyanto.

“ASN juga sudah patuh dan sadar untuk menjalankan protokol kesehatan. Dan jangan sampai terjadi klaster perkantoran. ASN jangan hanya menyuruh masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan, tetapi juga melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat” lanjut Wabup Sintang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si usai sidak menyampaikan tingkat kehadiran ASN yang dikunjungi sudah bagus dan mencapai 90 persen. “yang tidak hadir adalah ASN yang melaksanakan piket di posko-posko yang ada. Ada yang ijin karena isolasi mandiri. Bagusnya tingkat kehadiran ASN ini menurut saya dikarenakan adanya kebijakan larangan mudik, cuti bersamanya hanya satu hari. Ini sangat bagus dan efektif mencegah ASN melakukan perjalanan sehingga bisa masuk tepat waktu” ungkap Yosepha Hasnah.

“Saya berpesan kepada ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang agar masuk kantor seperti biasa. Kecuali dalam keadaan OPD tersebut ada staf yang tertular covid-19 dan melakukan lockdown atau work from home 50 persen. Tetap disipilinlah dalam menerapkan protokol kesehatan. Semangat bekerja, beraktivitas dan tetap sehat selalu” pesan Yosepa Hasnah. ( red.hum)

PEMKAB SINTANG, GELAR RAKOR LINTAS SEKTORAL PENGAMANAN IMLEK  DAN CAP GO MEH

By On Februari 09, 2021

 

wwwSintangreview.com - Bupati Sintang yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syarif Yasser Arafat, S.Sos M.Si menghadiri Rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan Imlek dan cap go meh 2021 di Kabupten Sintang yang dilaksanakan di Aula Kemitraan Polres Sintang pada Selasa  8 Februari 2021.

Rapat dipimpin langsung oleh Kapolres Sintang AKBP Venti Bernard Musak, dihadiri oleh Dandim1205  Sintang yang diwakili Kasdim Mayor Infantri Amri Marpaung, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh adat serta tamu undagan lain.

Kapolres Sintang  menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka persiapan operasi kepolisian yang dinamakan Operasi Liong Kapuas-2021 untuk pengamanan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2021. “kegiatan ini  dilaksanakan setiap tahun menjelang perayaan imlek dan cap go meh. Seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan operasi pengamanan ini tetap dilaksanakan oleh kepolisian akan tetapi untuk tahun ini agak berbeda menginggat kita masih dalam masa pandemi covid-19 sehingga memerlukan kerjasama kita semua lintas sektoral dalam penerapan protokol kesehatan” terang Kapolres Sintang

“Pada tahun kemarin kita ketahui masih ada pawai tatung dan karnaval, namun pada tahun ini kita tiadakan dalam situasi pandemi ini, sehingga pengamanan pun agak berbeda kita harus menyusaikan dengan protokol kesehatan yang di anjurkan oleh pemerintah. Tentu saja dari pihak kepolisian kita sudah memetakan titik keramaian yang kita anggap rawan tempat berkumpul dan kita dari kepolisian sudah menempatkan personil personil serta anggota kita untuk memantau dan pengamanan untuk tetap menerapkan serta mematuhi prokes dalam situasi pandemi seperti ini” terang Kapolres Sintang 

“Kita telah mempetakan titik dan target pengamanan khusus di beberapa titik yang ada didalam kota sintang serta kecamatan sintang seperti tempat tempat ibadah klenteng/vihara juga pada pelaksanaan sembahyang kubur. Adapun beberapa titik tempat ibadah yang perlu kita buat pengamanan khusus yaitu 5 tempat ibadah yang ada di Kota Sintang, 2 di Kecamatan Sepauk, 1 di Kecamatan Kelam Permai, 1 di Kecamatan Serawai jadi total ada 10 klenteng/vihara. Harapan kita semua dengan penerapan seperti ini,  kita mampu mencegah penyebaran virus di Kabupten Sintang ini dan memulihkan kehidupan normal seperti biasanya” tambah Kapolres Sintang
Syarif Yasser Arafat menjelaskan bahwa Bupati Sintang sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2021 dalam masa pandemi covid-19 di Kabupaten Sintang, “kami mengajak kita semua untuk memperkuat dan menjaga toleransi dalam keberagaman. Pemerintah Kabupaten Sintang mengucapkan selamat merayakan hari raya imlek dan Cap Go Meh kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang yang merayakannya. Mari kita rayakan hari raya Imlek dan Cag Go Meh tahun ini dengan penuh suka cita dan hikmat walaupun di tengah pandemi covid-19 ini. Akan tetapi tetap menjaga protokol kesehatan” terang Syarif Yasser Arafat

“Kami menghimbau kepada semua pengurus rumah ibadah untuk tetap menerapkan prokes dalam melaksanakan ibadah pada perayaan Imlek dan cap go meh. Pada perayaan imlek tahun ini, kita dari pemerintah daerah juga menghimbau supaya tidak melaksanakan pawai naga, atraksi barongsai, tatung dan lain lain agar tidak menimbulkan kerumunan masa pada perayaan imlek dan cap go meh. Akan tetapi untuk pemasangan atribut-atribut  lampu lampion tidak di larang sebab itu merupakan ritual budaya dan tradisi namun harus di pasang pada tempat tempat ibadah saja, serta tempat-tempat tertentu dan tidak di Pasang di tempat tempat umum sepeti pada tahun tahun sebelumnya” pesan Syarif Yasser Arafat 

Kasdim 1205 Sintang Mayor Infantri Amri Marpaung menjelaskan bahwa TNI sangat mendukung sepenuhnya dalam pengamanan perayaan Imlek dan cap go meh pada tahun ini. “kita mencatat, ada banyak etnis Tionghoa yang menjadi anggota TNI sehingga kami akan turut mengamankan saat perayaan nanti. Yang sangat perlu kita perhatikan pada saat perayaan imlek nanti, kami menghimbau agar tidak ada kunjungan dari pihak keluarga yang datang dari luar daerah atau ibu kota lain guna mencegah penyebaran covid-19 ini” terang Amri Marpaung. (
Red.hum)

Pemkab Sintang Masih Pilih Opsi Kemendagri Tentang Tapal Batas Kabupaten Sintang

By On Februari 02, 2021


www.Sintangreview.com - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang yang juga merupakan Tim Penegas Batas Daerah Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat, S. Sos, M. Si turut mendampingi Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH saat menerima kunjungan DPRD Provinsi Kalimantan Barat yang bertempat di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Selasa, 2 Februari 2021.  

Syarief Yasser Arafat sebagai Tim Penegas Batas Daerah Kabupaten Sintang  menjelaskan soal batas di Bungkong Baru dan Sunsong ini sudah lama dan masing-masing kabupaten melakukan upaya penyelesaian, “Batas wilayah antar kabupaten itu diatur melalui Permendagri. Batas Sintang dan Sekadau ini 80 persen sudah selesai. Artinya batas Sintang dan Sekadau yang memiliki panjang sekitar 200 KM lebih. Dan yang belum selesai itu pada titik koordinat dari 69 ke 71 dengan panjang 10,7 KM lagi yang berada di Desa Bungkong Baru Kabupaten Sintang dan Desa Sungsong Kabupaten Sekadau” terang Syarief Yasser Arafat

“Karena belum ada kesepakatan soal batas, oleh Pemerintah Provinsi Kalbar, soal batas ini dilimpahkan ke Dirjen Bina Adminsitrasi Kewilayahan Kemendagri. Dan sejak 18 Oktober 2018 lalu, Kemendagri sudah ambil alih penyelesaian batas pada titik koordinast 69 ke 71. Bahkan sudah difasilitasi oleh Kemendagri dengan rapat pada 18 Oktober 2018. Hasilnya keluar rekomendasi Kemendagri soal batas di titik koordinat 69 ke 71. Pemkab Sintang menerima rekomendasi Kemendagri tersebut, tetapi Pemkab Sekadau tidak menerima” tambah Syarief Yasser Arafat




“Pada 13 Juli 2020 dilakukan pertemuan secara virtual yang dihadiri oleh Pemkab Sintang, Pemkab Sekadau, Kemendagri, Pemprov Kalbar dan Komisi I DPRD Provinsi Kalbar. Hasilnya ada tiga opsi yang ditawarkan oleh Kemendagri. Ke depan, kita hanya fokus pada tiga opasi tersebut. Masing-masing kabupaten sudah menyampaikan data dan informasi pendukung. Opsi pertama adalah penarikan garis batas sebagaimana rapat 18 Oktober 2018. Opsi kedua adalah menarik garis tengah tanpa melihat keberadaan aset masing-masing kabupaten. Opsi ketiga adalah kombinasi opsi pertama dengan mengikuti batas alam. Ketiga opsi ini sudah ditawarkan Kemendagri dan masing-masing kabupaten diminta mempelajari opsi tersebut. Kira-kira opsi mana yang mau disepakati. Kami sudah berdiskusi sangat panjang di internal Pemkab Sintang dan masyarakat Bungkong Baru, maka Tim Penegasan Batas daerah Kabupaten Sintang tetap akan memilih opsi pertama sebagai prioritas dan habis-habisnya kami akan memilih opsi ketiga” tegas Syarief Yasser Arafat

Martinus Sudarno Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan komentarnya bahwa menghindari terjadinya konflik antar anak bangsa di sana sangat penting. “cari jalan terbaik bagi masyarakat setempat. Saya juga setuju kalau win-win solution. Perhatikan juga historis yang ada disana. Konflik harus dihindari. Perhatikan kepentingan masyarakat disana” terang Martinus Sudarno

H. Fatahillah Abrar anggota Komisi I DPRD Kalbar menyampaikan bahwa yang berwenang menyelesaikan soal batas antar kabupaten itu adalah pemerintah pusat. “kita di daerah ini hanya sebatas memberikan masukan. Kami di DPRD Provinsi Kalbar harus terus melakukan koordinasi untuk menuntaskan masalah ini. Kalau kita di daerah sudah sepakat, saya yakin pemerintah pusat akan memutuskan dengan baik” terang H. Fatahillah Abrar. (red.hum)